1 LJOEWCLEAN 250 SL
Glifosat Isopropilamina 250 g/l
Herbisida sistemik purna tumbuh berbentuk larutan dalam air untuk mengendalikan gulma berdaun lebar (Borreria alata, Cleoma rutidosperma, Ageratum conyzoides, Synedrella nodiflora) dan gulma golongan rumput (Paspalum conjugatum, Setaria plicata, Digitaria ciliaris, Axomopus compressus, Cyanodon dactylon) pada budidaya kopi (TBM) dan jagung.
Tersedia dalam Kemasan
Spesifikasi Produk
Komposisi
Glifosat Isopropilamina 250 g/l
Jenis
Herbisida Sistemik Purna Tumbuh
Kemasan
Cara Penggunaan
Penyemprotan volume tinggi. Lakukan penyemprotan pada saat gulma sedang tumbuh aktif. Penyemprotan dilakukan pagi hari, diperkirakan hujan tidak turun 6 jam setelah penyemprotan. TIDAK UNTUK TANAMAN PADI.
Manfaat
- Herbisida non-selektif yang efektif terhadap berbagai jenis gulma
- Tetap efektif walaupun hujan turun 2 jam setelah aplikasi
- Mematikan gulma dari akar sampai seluruh bagian gulma
- Lebih hemat dalam rotasi pengendalian gulma karena tumbuhnya gulma baru (regrowth) lebih lama
Produk Terkait
Herbisida GlyphosatJOEW-UP PLUS 486 SL
Isopropil Amina Glifosat 486 g/L (setara dengan Glifosat 356 g/L)
Herbisida sistemik purna tumbuh berbentuk larutan dalam air untuk mengendalikan gulma golongan rumput (Ottochloa nodosa, Ischaemum timorense) dan gulma berdaun lebar (Ageratum conyzoides, Borreria alata, Mikania micrantha) pada budidaya kelapa sawit (TBM).
Herbisida GlyphosatTURRIMA-UP 545,7 SL
Isopropil amina glisofat 545,7 SL (setara dengan glisofat 404,36 g/l)
Herbisida sistemik purna tumbuh berbentuk larutan dalam air untuk mengendalikan gulma berdaun lebar (Ageratum conyzoides, Boreria alata, Erigeron sumatrenis, Mikania micrantha) dan gulma golongan rumput (Ottochioa nodosa, Ischaemum timorense, Setaria plicata) pada budidaya kelapa sawit (TBM).
Herbisida GlyphosatGREAT-UP 480 SL
Isoprofil Amina Glisofat 480 g/L (setara dengan Glisofat 356 g/L)
Herbisida sistemik purna tumbuh berbentuk larutan dalam air untuk mengendalikan gulma berdaun lebar (Ageratum conyzoides, Melastoma alfine) dan gulma berdaun sempit (Ottochioa nodosa, Ischaemum timorense) pada budidaya kelapa sawit (TBM).